Selasa, 17 Mei 2016

Sepucuk Surat Untuk Mama

Sepucuk Surat Untuk Mama

Mama
Aku memilih pergi bukan karena aku mandiri atau tak lagi menyayangimu
Engkau tetaplah cinta pertama yang dikenang setiap janin manakala nyawa mulai diracik

Keterpisahan adalah ujian
Ujian yang menyadarkanku bahwa cintamu adalah kemurnian
Dan agar jantungku senantiasa merindu pada dekap hangatmu

Aku memang memilih untuk melupakan
Karena berusaha melupakan justru akan membuatku semakin mengenang
Rasa demi rasa yang menyiksa dada ini

Aku ingin menangis
Menendang-nendang dinding perutmu
Memeluk diri sendiri bersama masa lampau
Bersama kenangan
Dan bersama mimpi-mimpi tentangmu


(Untuk Mama, Jakarta, 2 Mei 2016)