Rabu, 13 Januari 2016

Puisi: AKU INGIN

AKU INGIN


Aku ingin menemui engkau sebagaimana rembulan ingin berjumpa dengan siang hari
Terisak dia lara, bersolek dia pada mustahil

Aku ingin menyentuh engkau sebagaimana bumi ingin menggapai permadani biru
Tersungkur dia hancur, berharap dia pada udara

Aku ingin menyapa engkau sebagaimana awan ingin mencumbu ruang angkasa
Terbang dia bebas, bersesat dia pada hamparan tak bertepi

Aku ingin memeluk engkau sebagaimana minyak ingin menyatu dengan air
Terapung dia pasrah, berserah dia menyerah

Dan aku ingin mencintai engkau sebagaimana api dengan mudah membakar pepohonan
Sungguh, aku ingin...
Namun bagai selayang sukma yang tak beraga
Aku hanya sanggup mengkhayalkan engkau sekadar untuk merasakanku

(Serangkai puisi untuk mengenang aku yang mencintai kamu dengan tidak tepat.
Puisi ini membersit ketika aku tengah mandi sore

Bandung, 11 Oktober 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar