AKU
INGIN
Aku ingin menemui
engkau sebagaimana rembulan ingin berjumpa dengan siang hari
Terisak dia lara,
bersolek dia pada mustahil
Aku ingin menyentuh
engkau sebagaimana bumi ingin menggapai permadani biru
Tersungkur dia hancur,
berharap dia pada udara
Aku ingin menyapa
engkau sebagaimana awan ingin mencumbu ruang angkasa
Terbang dia bebas, bersesat
dia pada hamparan tak bertepi
Aku ingin memeluk
engkau sebagaimana minyak ingin menyatu dengan air
Terapung dia pasrah, berserah
dia menyerah
Dan aku ingin mencintai
engkau sebagaimana api dengan mudah membakar pepohonan
Sungguh, aku ingin...
Namun bagai selayang
sukma yang tak beraga
Aku hanya sanggup mengkhayalkan
engkau sekadar untuk merasakanku
(Serangkai
puisi untuk mengenang aku yang mencintai kamu dengan tidak tepat.
Puisi
ini membersit ketika aku tengah mandi sore
Bandung,
11 Oktober 2015)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar