Senin, 11 Januari 2016

Puisi: DUA SISI SEMESTA

DUA SISI SEMESTA


Segemilang apapun cahaya, dia takkan punya arti bila gulita tak mendampingi
Cahaya hanya akan jadi materi yang hampa

Segelak apapun tawa, dia takkan punya makna bila tangis tak mengawali
Tawa hanya akan jadi candu yang hambar

Dan sehebat apapun hidup, dia takkan punya definisi bila mati tak mengakhiri
Hidup hanya akan jadi jalan yang jemu

Laksana dua wajah dari sekeping koin
Beginilah rancangan semesta yang dualistis
Dua sisinya melebur dan membentuk kehidupan
Tak pernah ada yang tunggal
Terkecuali Sang Maha Semesta

(Serangkai puisi yang membersit saat mandi pagi
Jakarta, 10 Desember 2015)

 Oleh: Septian Hung


Tidak ada komentar:

Posting Komentar