DUA
SISI SEMESTA
Segemilang apapun
cahaya, dia takkan punya arti bila gulita tak mendampingi
Cahaya hanya akan jadi
materi yang hampa
Segelak apapun tawa,
dia takkan punya makna bila tangis tak mengawali
Tawa hanya akan jadi candu
yang hambar
Dan sehebat apapun
hidup, dia takkan punya definisi bila mati tak mengakhiri
Hidup hanya akan jadi
jalan yang jemu
Laksana dua wajah dari
sekeping koin
Beginilah rancangan
semesta yang dualistis
Dua sisinya melebur dan
membentuk kehidupan
Tak pernah ada yang tunggal
Terkecuali Sang Maha
Semesta
(Serangkai
puisi yang membersit saat mandi pagi
Jakarta,
10 Desember 2015)
Oleh: Septian Hung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar